Menurut Sudaryono, pemerintah saat ini masih memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan secara menyeluruh. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, menargetkan renovasi sekitar 90.000 hingga 100.000 sekolah pada tahun ini, termasuk pembenahan fasilitas sanitasi.
"Presiden sekarang sedang memperbaiki total sekolah-sekolah. Tahun ini targetnya hampir 90 ribu sampai 100 ribu sekolah selesai diperbaiki. Salah satunya adalah sanitasi, termasuk toiletnya," katanya.
Dia bahkan menyebut masih terdapat sekolah yang belum memiliki toilet sehingga siswa harus memanfaatkan sungai untuk buang air.
"Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki toilet. Orang buang air di kali. Apa yang bisa Anda harapkan dari sekolah dengan kondisi sanitasi seperti itu? Nah, sekarang itu yang sedang diperbaiki oleh presiden," ujar Sudaryono.
Di sisi lain, Sudaryono menjelaskan bahwa pondok pesantren dinilai lebih siap membangun dapur MBG sendiri karena umumnya telah memiliki dapur yang dapat ditingkatkan sesuai standar SPPG. Selain itu, para santri tinggal di satu kawasan sehingga distribusi makanan menjadi lebih efisien.
"Nggak ada [perbedaan kriteria]. Cuma karena mereka tinggal di situ, lebih enak kalau memang dikelola di sana. Pondok pesantren itu umumnya sudah punya dapur. Harapan kita tinggal upgrade dapurnya sesuai standar yang kita tetapkan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa pemerintah mengizinkan pondok pesantren maupun sekolah berbasis keagamaan yang memiliki lebih dari 1.000 siswa atau santri untuk membangun dapur MBG sendiri. Dapur tersebut wajib memenuhi standar SPPG serta memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Adapun pondok pesantren atau sekolah berbasis keagamaan yang memiliki kurang dari 1.000 siswa akan tetap dilayani oleh SPPG terdekat.
(fik/spt)






























