Meski isi lengkap percakapan keduanya masih belum jelas, Trump telah lama mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga. Presiden-presiden AS dan gubernur The Fed sebelumnya juga pernah melakukan percakapan dan pertemuan, meski jarang terjadi. Namun, upaya Trump untuk memengaruhi kebijakan moneter menjadi intervensi paling kuat terhadap pengambilan kebijakan bank sentral dalam beberapa dekade terakhir.
Trump secara rutin mengabaikan kekhawatiran mengenai inflasi saat menyerukan penurunan biaya pinjaman, tetapi pendekatannya menjadi lebih tidak konfrontatif sejak Warsh dikonfirmasi.
Dalam kesaksiannya kepada anggota parlemen bulan lalu, Warsh mengatakan Trump tidak berupaya mencampuri bank sentral. Namun, dia menghindari jawaban langsung ketika ditanya apakah dirinya berkomunikasi dengan Trump sejak memimpin The Fed.
“Saya hanya tidak ingin berada dalam posisi untuk membagikan pembicaraan antara presiden dan saya,” kata Warsh dalam sidang Komite Perbankan Senat, sembari berjanji untuk menjadi “orang yang independen”.
“Saya tentu tidak merasa tidak nyaman menerima telepon dari ketua komite ini atau presiden Amerika Serikat,” kata Warsh pada 15 Juli.
Gubernur The Fed sebelumnya pernah menerbitkan siaran pers setelah bertemu dengan presiden. Salah satu contohnya terjadi pada Mei 2025, ketika Gubernur The Fed saat itu Jerome Powell menerbitkan pernyataan untuk memberitahukan kepada publik mengenai pertemuannya dengan Trump. Dalam pernyataan itu, Powell mengatakan dirinya tidak membahas prospek kebijakan moneter. Warsh juga rutin bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, mengikuti tradisi panjang interaksi antara pimpinan Departemen Keuangan dan The Fed.
Trump berulang kali mengkritik Powell, yang masih menjadi anggota dewan The Fed, terkait keputusan suku bunganya. Pemerintahan Trump juga membuka penyelidikan terhadap Powell terkait proyek renovasi kantor pusat bank sentral. Trump sebelumnya gagal memecat Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook dan dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah serupa terhadap Deputi Gubernur Michael Barr.
Perlakuan publik Trump terhadap Warsh berbeda. Dalam upacara pengambilan sumpah Warsh, Trump mengatakan dia ingin gubernur The Fed “sepenuhnya independen”.
“Jangan lihat saya, jangan lihat siapa pun, lakukan saja apa yang menurut Anda benar dan lakukan pekerjaan dengan baik,” kata Trump dalam upacara tersebut.
Trump berulang kali mencela Powell karena dinilai “terlambat” memangkas suku bunga. Namun, setelah Warsh mempertahankan suku bunga, presiden tidak menyalahkan gubernur The Fed tersebut dan justru mengatakan keputusan itu disebabkan oleh dewan yang dituduhnya “sangat politis”.
Tekanan Trump secara kumulatif terus mengaburkan batas antara bank sentral dan pemerintahan, yang berpotensi mengganggu independensinya. Tekanan tersebut juga menjadi faktor tambahan bagi Warsh ketika The Fed berupaya menghadapi dampak perang Iran yang dimulai Trump dan fluktuasi harga energi, serta kebijakan tarif Trump yang terus berubah, inflasi yang masih tinggi, dan defisit anggaran AS yang besar.
Laporan Wall Street Journal mengenai percakapan Trump dan Warsh menyebutkan bahwa presiden meminta pandangan Warsh mengenai berbagai isu, termasuk dampak ekonomi perang Iran dan perkembangan kecerdasan buatan. Warsh kerap memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian kepada Trump, menurut laporan tersebut. Namun, belum jelas apakah keduanya membahas kebijakan moneter.
(bbn)































