“Akibat puing-puing yang berjatuhan, tangki-tangki di kilang minyak rusak,” kata Yevrayev di Telegram. “Tim darurat sedang berupaya memadamkan api.”
Tidak ada pernyataan resmi dari kepala Republik Bashkortostan.
Ukraina telah mengintensifkan serangan terhadap industri hilir Rusia setelah jeda singkat pada paruh kedua Juli, yang sempat memungkinkan kilang-kilang minyak melakukan perbaikan dan meningkatkan pasokan bahan bakar di seluruh negeri.
Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya ada sembilan serangan terhadap delapan pabrik pengolahan minyak mentah Rusia, yang sekali lagi membahayakan pasokan bensin dan solar domestik serta mengancam kenaikan harga.
Pada saat yang sama, Rusia telah menyerang berbagai wilayah di Ukraina, termasuk pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam dan kapal-kapal yang singgah di sana.
Kilang Yaroslavl, yang memiliki kapasitas desain sekitar 300.000 barel per hari, telah menjadi sasaran sejumlah serangan drone Ukraina, yang terbaru terjadi pada pertengahan Juli. Kilang Novoil, yang mampu memproses sekitar 150.000 barel per hari, juga diserang akhir pekan lalu.
Semalam, Rusia menembak jatuh 605 drone Ukraina di atas wilayahnya, Laut Hitam, dan Laut Azov, dengan jumlah pesawat tak berawak yang berhasil ditangkis mendekati rekor tertinggi, menurut Kementerian Pertahanan negara tersebut.
(bbn)






























