Perusahaan juga mengatakan akan mengajukan permohonan pencatatan sekunder di Australia.
“Kami mendapat dorongan besar dari investor untuk melakukan pencatatan saham di Australia,” kata CEO Gary Nagle. “Australia memiliki pasar modal yang besar dengan pengetahuan mendalam tentang industri ini.”
Hasilnya—dan keputusan untuk melakukan pencatatan saham di Australia—muncul enam bulan, setelah pembicaraan antara Rio Tinto Group dan Glencore gagal, yang untuk saat ini mengakhiri kesepakatan yang akan menciptakan perusahaan pertambangan terbesar di dunia.
Negosiasi tersebut gagal setelah kedua pihak tidak dapat menemukan titik temu mengenai seberapa besar premi yang harus dibayar Rio.
Glencore mencari cara baru untuk menarik lebih banyak likuiditas dan menaikkan harga sahamnya. Tahun lalu, perusahaan mempertimbangkan kemungkinan pencatatan saham di AS, sebelum akhirnya membatalkan rencana tersebut.
Para pesaingnya, Rio Tinto dan Anglo American Plc, telah mencatatkan kinerja yang kuat berkat harga logam yang lebih tinggi. Namun, bisnis perdagangan Glencore dan eksposurnya terhadap batu bara telah memberi perusahaan keuntungan tambahan.
Perang di Iran mengguncang pasar energi global ketika konflik secara efektif menutup Selat Hormuz yang vital pada akhir Februari, sehingga menahan pasokan minyak mentah dan produk olahannya dalam jumlah besar di Teluk Persia. Serangan terhadap pabrik peleburan di kawasan tersebut juga mengguncang pasar aluminium.
Pembeli terpaksa membeli barel pengganti dari tempat lain, terutama AS, sehingga menciptakan banyak peluang bagi para pedagang untuk meraup keuntungan. Kelangkaan produk minyak bumi juga semakin parah dalam beberapa bulan terakhir akibat serangkaian serangan Ukraina terhadap pabrik bahan bakar di Rusia, yang mendorong margin penyulingan ke rekor tertinggi.
Hal itu membuat Glencore membukukan laba perdagangan paruh pertama sebesar US$3,3 miliar. Pendapatan dari batu bara melonjak 35% menjadi US$2,4 miliar.
Kinerja Glencore ini muncul di tengah upaya perusahaan menjual sebagian portofolio bisnisnya yang luas. Saat ini, perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk menjual saham bisnis tembaga Afrika kepada Orion Resource Partners yang didukung AS, sementara juga telah melakukan pembicaraan mengenai penjualan sahamnya di Kazzinc Ltd di Kazakhstan.
(bbn)




























