Logo Bloomberg Technoz

Fahmi menerangkan perusahaan belum memenuhi syarat untuk membagikan dividen karena posisi retained earnings masih negatif.

Perseroan berharap kondisi tersebut dapat berubah menjadi positif pada tahun depan apabila kinerja perusahaan berjalan sesuai rencana.

"Karena hari ini retained earnings kami masih negatif, kami belum bisa melakukan pembagian dividen. Mudah-mudahan kalau semuanya berjalan lancar seperti sekarang, tahun depan sudah positif," ujarnya.

Dalam prospektus penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada April 2025, FORE menyatakan berkomitmen membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham paling sedikit 40% dari laba bersih setelah pajak.

Perseroan juga menyebut kebijakan tersebut akan tetap mempertimbangkan tingkat kesehatan keuangan perusahaan dan tidak mengurangi kewenangan RUPS untuk menetapkan keputusan lain sesuai anggaran dasar.

Mengutip laporan keuangan, FORE membukukan laba bersih sebesar Rp56,5 miliar atau tumbuh sekitar 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp42 miliar.

Pendapatan perseroan juga meningkat sekitar 52% secara tahunan menjadi sekitar Rp1 triliun, didorong oleh pertumbuhan jumlah gerai dan penjualan.

Di sisi lain, beban operasional ikut meningkat menjadi Rp539,8 miliar pada semester I-2026, dari Rp364,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kas dan setara kas turun menjadi Rp447 miliar per akhir Juni 2026 dari Rp546 miliar pada akhir Desember 2025.

(cpa/naw)

No more pages