Selain itu, BBNI turut mencetak pertumbuhan yang positif dari pendapatan operasional lainnya. Pos pendapatan non bunga itu naik 11,3% ke level Rp11,43 triliun, ditopang kenaikan pos provisi dan komisi lainnya sebesar Rp5,5 triliun.
Dari sisi intermediasi, BBNI menyalurkan kredit secara konsolidasi mencapai Rp969,54 triliun, naik 24,4% secara tahunan. Adapun secara kuartalan pertumbuhan kredit ini tumbuh 5%.
Pertumbuhan kredit itu didukung penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.100 triliun atau naik 22,3% secara tahunan sepanjang semester I-2026.
Dana pihak ketiga itu ditopang dana murah atau current account saving account (CASA) Rp719,97 triliun naik 11,2%. Dengan demikian, total aset BBNI naik 21,6% ke level Rp1.461 triliun.
Di sisi lain, manajemen BBNI tetap mempertahankan tren kualitas aset perseroan. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan gross (NPL) gross berada pada level 1,9% sampai akhir Juni 2026, sementara loan at risk atau LAR susut ke level 8,1%.
(naw)































