Konsumsi rumah tangga juga diperkirakan masih menjadi motor utama pertumbuhan, didukung program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, serta stimulus selama masa libur sekolah.
Pemerintah juga berencana memberikan stimulus bagi kendaraan listrik berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% atas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
Selain itu, pemerintah menyiapkan insentif sebesar 40% untuk jenis mobil listrik tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan konsumsi BBM dan impor minyak, meski berpotensi meningkatkan persaingan di industri otomotif domestik.
Di sisi teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.
"Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv]. Hal tersebut berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.334-6.403," kata Herditya.
Namun, Herditya juga mengingatkan pelaku pasar untuk mencermati potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke kisaran 6.280-6.306.
(dhf)






























