Indikator perekonomian global mengalami divergensi antarnegara dengan aktivitas manufaktur di negara maju menunjukkan perbaikan lebih kuat, sementara pertumbuhan manufaktur di negara berkembang relatif lebih terbatas. Di AS, inflasi termoderasi dengan aktivitas ekonomi relatif stabil.
Sementara itu, di Tiongkok, rilis data kuartal II menunjukkan level pertumbuhan ekonomi terendah sejak akhir 2022 dengan konsumsi dan investasi swasta yang masih lemah dan ekspor tetap menjadi penopang utama. Di Eropa dan Inggris, inflasi juga menunjukkan tren penurunan.
Pasar keuangan global bergerak mixed di tengah kembali tereskalasinya konflik di Timur Tengah. Aliran modal asing atau Outflow non-residen di pasar keuangan global kembali terjadi, meskipun intensitasnya mulai menunjukkan moderasi.
Di sisi domestik, tekanan harga mereda dengan inflasi Juli 2026 tercatat sebesar 2,88% yoy. Sementara itu, aktivitas manufaktur bulan Juli 2026 kembali memasuki zona ekspansi dengan PMI Manufaktur sebesar 50,2.
(lav)






























