Saham–saham properti, saham barang baku, dan saham transportasi jadi yang tertinggi penguatannya pada hari ini yaitu masing-masing 2,71%, 2,16% dan 1,58%. Selanjutnya saham energi berhasil menguat hingga 1,04%.
Pada posisi top gainers diisi oleh saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) yang melesat 34,8%, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) melejit 26,8%, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) melejit 25%.
Pada penutupan perdagangan, sejumlah bursa saham Asia kompak menguat. KOSDAQ (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), KOSPI (Korea Selatan), CSI 300 (China), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), KLCI (Malaysia), Shanghai Composite (China), NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), dan Straits Times (Singapura), yang berhasil melejit di zona hijau.
Cerahnya IHSG dan bursa saham Asia tersulut euforia dari optimisme pembahasan mengenai pemulihan pelayaran di Selat Hormuz yang masih berlangsung antara AS dengan Iran, sehingga meningkatkan harapan pulihnya pasokan minyak dari Timur Tengah.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Iran menyatakan negosiasi dengan Oman untuk membuka jalur pelayaran sementara (temporary route) melalui Selat Hormuz menunjukkan kemajuan. Namun menegaskan Iran tidak sedang melakukan pembicaraan langsung dengan AS.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, kedua negara sedang melakukan pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, bahkan “secara harfiah paling cepat besok.”
Trump juga menambahkan, perundingan yang sedang berlangsung merupakan “kesempatan terakhir,” bagi Iran, setelah sebelumnya ia membatalkan apa yang disebutnya sebagai serangan besar terhadap negara tersebut.
Memang, rincian mengenai perundingan tersebut masih belum jelas. Namun pernyataan-pernyataan tersebut membantu meredakan kecemasan pasar terhadap potensi serangan yang meluas terhadap aset-aset energi di Timur Tengah.
Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak, gas alam cair (LNG), serta berbagai komoditas lain seperti pupuk, hingga kini masih nyaris tertutup sepenuhnya. Hampir tidak ada kapal yang melintas, setidaknya dengan transponder atau sistem identifikasi otomatisnya dalam keadaan aktif.
Sebagian besar kapal yang tetap melintas menggunakan rute utara yang berada dekat pesisir Iran dengan izin dari Iran, atau rute selatan yang berada di dekat wilayah perairan Oman.
(fad/aji)































