Setelah diungkapkan langsung oleh Kepala Negara RI, belakang pemerintah pun pelan-pelan mulai mengungkapkan detail proyek tersebut.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin diketahui melakukan peninjauan ke kawasan industri kendaraan listrik nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (21/6/2026).
Dalam unggahan media sosialnya, Sjafrie menekankan bahwa kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem manufaktur terpadu untuk mendukung produksi Mobil dan Motor listrik nasional yang dilengkapi dengan fasilitas baterai, pusat penelitian, dan pengembangan, pengujian kendaraan, jaringan logistik kereta api, serta berbagai industri pendukung.
"Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945," ujarnya.
Kepastian peluncuran motor listrik nasional mulanya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6/2026).
Danantara Ungkap Merek Baru
Di sisi lain, lewat Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa ia memastikan bahwa peluncuran motor listrik nasional yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan desain insinyur dalam negeri dan merupakan merek baru.
Namun, ia masih enggan mengungkapkan identitas merek ataupun perusahaan yang akan memproduksi motor listrik ini, dan hanya mengatakan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan pada 13 Agustus mendatang.
"Nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," kata Sigit ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).
Bahkan saat ditanya apakah produksi motor listrik nasional tersebut akan melibatkan PT Pindad (Persero), Sigit membantahnya. Menurut dia, Pindad akan difokuskan untuk pengembangan kendaraan roda empat.
Tunggu Penjelasan Resmi
Meski demikian, kalangan industri masih menunggu penjelasan resmi mengenai konsep kendaraan tersebut. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyatakan hingga kini belum memperoleh informasi detail terkait spesifikasi, model bisnis, maupun skema produksi motor listrik nasional sehingga memilih menunggu pengumuman pemerintah.
"Kami di Aismoli masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah mengenai konsepnya. Karena istilah motor listrik nasional sendiri masih dapat diartikan dalam berbagai bentuk," kata PR & Event Executive Aismoli Riniwaty Sinaga kepada Bloomberg Technoz, Jumat (24/7/2026).
"Apakah yang dimaksud membangun pabrikan baru, mengembangkan merek nasional, memperkuat industri komponen, atau program strategis lainnya. Jadi, kami memilih menunggu informasi resmi agar tidak berspekulasi," jelasnya.
Kendati demikian, ia menyoroti setidaknya ada tiga tantangan utama yang saat ini dihadapi industri sepeda motor listrik. Pertama, menciptakan pertumbuhan pasar yang berkelanjutan. Kedua, memberikan kepastian arah kebijakan agar investasi memiliki kepastian. Ketiga, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik melalui ekosistem yang semakin matang.
Untuk itu, Riniwaty mengatakan industri membutuhkan kepastian kebijakan jangka menengah dan panjang dari pemerintah.
Sinyal Pemerintah soal Kendaraan Listrik
Di sisi lain, pemerintah mulai memberikan sinyal mengenai ekosistem yang akan menopang motor listrik nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong agar kendaraan tersebut menggunakan baterai berbasis nikel produksi dalam negeri yang dipasok oleh perusahaan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).
Meski begitu, Bahlil menjelaskan nilai keekonomian nikel masih perlu dilihat lagi. Pihaknya juga mesti melakukan penyesuaian terhadap komponen nikel agar harga lebih ekonomis.
"Tapi kita lihat tingkat keekonomiannya, tapi kami yakin bahwa tingkat keekonomian nikel Indonesia itu akan jauh lebih kompetitif. Dan kita akan melakukan beberapa langkah-langkah penyesuaian terhadap komponen-komponen dalam harga supaya lebih ekonomis. Ya, begitu ya," bebernya.
Dukungan pemerintah juga diperkirakan akan datang melalui kebijakan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan insentif kendaraan listrik, termasuk motor listrik, tetap akan diberikan lewat paket stimulus ekonomi dalam waktu dekat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.
"Kita akan lihat, mungkin seminggu dua minggu lagi [diumumkan]," kata Purbaya, ditemui usai konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
"Kalau enggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan."
Purbaya enggan mengelaborasi lebih lanjut mengenai skema insentif kendaraan listrik tersebut. Menurutnya, skema tersebut tidak akan jauh berbeda dengan sejumlah diskusi yang pernah dia lakukan dengan stakeholder terkait.
"Bentuknya, nanti kalau saya kasih tahu bocor. Tapi nanti kayaknya nggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya," tutur Purbaya.
(ain)
































