Logo Bloomberg Technoz

Namun demikian, setidaknya stabilnya inflasi inti menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga belum mengalami pelemahan yang signifikan. Daya beli masyarakat masih cukup terjaga, bahkan di tengah kenaikan suku bunga Bank Indonesia selama beberapa bulan terakhir.

Dari Pangan ke Transportasi

Tekanan inflasi pada Juli terlihat berpindah dari komoditas pangan ke sektor yang bisa jadi akan lebih sulit dikendalikan. Kelompok transportasi mencatat inflasi tahunan 5,12%, dan menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi nasional. 

Kelompok transportasi menyumbang 0,62 poin persentase terhadap inflasi tahunan nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar setelah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Penyumbang utama inflasi berasal dari kenaikan harga bensin dengan andil 0,31 poin persentase, diikuti tarif angkutan udara sebesar 0,15 poin persentase. Sementara itu, kenaikan harga pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan mobil masing-masing turut memberikan kontribusi sebesar 0,03 poin persentase.

Kenaikan harga pada kelompok ini juga menunjukkan bahwa biaya energi dan logistik telah dan masih diteruskan kepada konsumen, meski harga bensin merupakan komponen yang harganya diatur pemerintah. 

Akibat pergeseran tekanan harga ini, Ekonom Bloomberg Economics Tamara Henderson memperkirakan inflasi akan kembali meningkat hingga melampaui target BI 1,5-3,5% sebelum akhir kuartal III.

“Kenaikan harga minyak masih terus merambat di sepanjang rantai pasok, sementara fenomena El Nino diperkirakan akan kembali mendorong inflasi pangan,” kata Henderson, dalam catatannya. 

Ongkos Pendidikan Naik

Di sisi lain, data inflasi Juli juga memperlihatkan tekanan nyata pada kelas menengah. Sebab, tekanan inflasi inti tetap naik sebesar 0,14% secara bulanan, dan salah satu penyumbang inflasi inti adalah kelompok pendidikan.

BPS mencatat, kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,55%, dan memberikan andil inflasi sebesar 0,03%. "Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok pendidikan, terutama biaya sekolah SD, Taman Kanak-kanak, dan juga biaya bimbingan belajar, dengan andil inflasi masing-masing 0,01%," ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. 

Dia menambahkan, di masa awal tahun ajaran baru, komoditas lainnya di kelompok pendidikan yang juga mengalami inflasi tetapi tidak memberikan andil inflasi yang signifikan, terutama biaya sekolah SMP. 

Kemudian, biaya kuliah, akademi atau perguruan tinggi, biaya sekolah SMA, Taman Pendidikan Al-Quran, kelompok bermain dan PAUD, kursus bahasa asing, serta biaya kursus matematika. 

Meskipun sebagian besar komponen tersebut belum memberikan andil yang besar terhadap inflasi nasional dan dianggap faktor musiman karena adanya musim tahun ajaran baru, namun kenaikannya bisa menjadi sinyal bahwa biaya investasi rumah tangga untuk pendidikan terus meningkat. 

Berbeda dengan konsumsi barang sekunder atau kebutuhan tersier, yang dapat ditunda ketika kondisi ekonomi melemah, pengeluaran pendidikan cenderung harus tetap dipenuhi. 

Dalam konteks ini, kenaikan biaya sekolah berpotensi menggerus ruang konsumsi rumah tangga, khususnya bagi kelas menengah. 

(dsp/aji)

No more pages