Logo Bloomberg Technoz

Dalam konteks ini, fluktuasi Brent berlangsung sangat tajam pada Juli 2026, di mana harga penutupan harian bergerak di kisaran US$68/barel hingga US$105,6/barel.

Pergerakan Dated Brent setelah MoU AS-Iran./dok. BMI

Pergerakan ini menjadi gambaran awal mengenai bagaimana fluktuasi harga Brent kemungkinan akan terjadi pada Agustus 2026.

“Setelah mengalami aksi jual agresif pada Juni, harga minyak mentah mulai melonjak tajam sejak 8 Juli, ketika nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran mulai mengalami keretakan. Akibatnya, harga Brent naik hingga ditutup di atas US$105/barel pada 23 Juli 2026,” tulis BMI dalam riset terbarunya, Sabtu (1/8/2026).

Selanjutnya, setelah terjadi jeda singkat dalam serangan antara kedua negara, harga kembali melemah.

Pada 28 Juli 2026, Brent ditutup di US$85,7/barel, turun hampir 20% hanya dalam waktu kurang dari satu pekan, sebelum kembali naik ke atas US$90/barel pada 30 Juli 2026. 

Proyeksi BMI saat ini memperkirakan rata-rata harga US$85/barel pada Agustus dan US$80/barel pada September 2026.

Namun, prospek jangka pendek masih sangat tidak pasti dan BMI memperkirakan volatilitas harga akan tetap tinggi sepanjang kuartal III-2026. 

Proyeksi harga minyak Dated Brent pada kuartal III-2026./dok. BMI

Para peneliti BMI memandang harga yang menembus hingga level US$100/barel membutuhkan kombinasi sejumlah faktor yang terjadi secara bersamaan, yaitu dimulainya kembali aksi militer antara AS dan Iran; penutupan kembali Selat Hormuz; diberlakukannya kembali blokade laut oleh Amerika Serikat; pengumuman embargo Houthi terhadap pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi; serta berbagai serangan terhadap kapal tanker minyak dan infrastruktur energi.

Berangsur Pulih Akhir Tahun 

Meskipun dalam jangka pendek risiko pergerakan harga masih lebih condong ke arah kenaikan, BMI tetap mempertahankan pandangan bahwa harga minyak akan turun (bearish) pada kuartal IV-2026, dengan asumsi Selat Hormuz dibuka kembali secara berkelanjutan.

Arus minyak dari Bab el-Mandeb dan Terusan Suez./dok. BMI

Pemulihan sektor hulu (upstream) migas diperkirakan berlangsung relatif cepat. Hingga saat ini, kerusakan terhadap fasilitas pengolahan dan infrastruktur ekspor minyak masih terbatas.

Para produsen juga sebagian besar berhasil mengatasi kendala penyimpanan dan ekspor melalui pengurangan produksi secara selektif serta perlambatan operasi secara bergilir, bukan dengan menghentikan produksi secara luas.

Pada tahap awal, pemulihan akan sangat bergantung pada seberapa cepat aktivitas di Selat Hormuz kembali normal.

BMI memperkirakan proses normalisasi tersebut akan berlangsung dalam rentang enam hingga 12 pekan.

Meski demikian, lalu lintas kapal tanker kemungkinan menjadi sektor pertama yang kembali normal, sebagaimana terjadi setelah penandatanganan nota kesepahaman sebelumnya.

Tanker terdampak serangan di Teluk Persia./dok. BMI

Walaupun pasokan diperkirakan meningkat tajam, pemulihan permintaan kemungkinan berjalan lebih lambat.

Proses normalisasi sektor hilir (downstream) migas akan memerlukan waktu lebih panjang dibanding sektor hulu karena infrastruktur kilang di Timur Tengah maupun Rusia mengalami kerusakan yang cukup signifikan dan membutuhkan perbaikan.

Untuk itu, BMI memperkirakan harga rata-rata Brent berada di level US$75/barel pada kuartal IV-2026, kemudian turun menjadi sekitar US$70/barel per barel pada kuartal I-2027.

Spread minyak Brent./dok. BMI

(wdh)

No more pages