Ekonom Ungkap 3 PR Suahasil: Kredibilitas Makro-Kualitas Belanja
Redaksi
16 September 2026 21:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penunjukkan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperhatikan. Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia mencatat setidaknya ada tiga pekerjaan rumah utama yang harus dilakukan oleh Suahasil.
Pertama, adalah dengan meningkatkan kredibilitas asumsi makro dan penerimaan negara. Menurut CORE, saat ini Suahasil dihadapkan dengan beberapa tantangan dengan kurs rupiah yang bergerak di atas asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dolar AS, dan realisasi harga minyak mentah Indonesia pada semester I 2026 berada di kisaran US$85 hingga US$90 per barel, jauh di atas asumsi US$70.
Imbasnya kenaikan beban subsidi dan kompensasi energi tak terelakan, ditambah bunga utang dalam mata uang asing bertambah, dan proyeksi defisit 2026 melebar dari 2,68% menjadi 2,85% PDB.
Sementara itu utang pemerintah kini menembus Rp10.294 triliun dengan beban bunga sekitar Rp599 triliun setahun, hampir seperlima belanja pemerintah pusat.
“Di sisi penerimaan, porsi penerimaan negara bertahan di sekitar 12% PDB, di bawah Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, dan RAPBN 2027 masih merancang angka 12,01 sampai 12,4% PDB, dengan batas bawah yang lebih rendah dari APBN 2026,” sebut rilis CORE, Rabu (16/9/2026).


























