Logo Bloomberg Technoz

DPD: Belanja Infrastruktur Terendah dalam Dua Dekade, PAD Melejit

Ibnu Affan
16 September 2026 20:40

Pengerjaan infrastruktur jalan tol ruas Jakarta-Serpong. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)
Pengerjaan infrastruktur jalan tol ruas Jakarta-Serpong. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi menyebut bahwa anggaran daerah yang terus turun memberikan efek bagi belanja infrastruktur di daerah yang turut tergerus dalam beberapa waktu terakhir.   

“Pemotongan belanja modal membuat belanja infrastruktur saat ini merupakan yang terendah sejak dua dekade terakhir,” kata Ahmad dalam Sidang Paripurna 2 DPD RI yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026).

Hal ini menurutnya membuat target Pendapatan Asli Daerah melonjak dari  dari Rp264 triliun pada 2020 menjadi Rp429 triliun pada 2026.


Imbasnya, daerah terpaksa menaikkan berbagai pungutan di sejumlah wilayah. Hal ini menurutnya menimbulkan keresahan dan kerawanan sosial di daerah.

DPD dalam pokok-pokok pertimbangannya juga meminta pemerintah untuk menaikkan transfer ke daerah dari Rp735 triliun menjadi Rp780,22 triliun. 

Menurut Ahmad, angka tersebut merupakan batas atas rentang yang ditetapkan pemerintah sendiri. Sementara tambahan Rp45,22 triliun juga dinilai tidak akan menambah utang dan tidak menambah defisit, karena diambil dari pos belanja cadangan pusat sebesar Rp616,77 triliun.