Logo Bloomberg Technoz

Arini Kasmira Dorong Perempuan Berani Ambil Peran Strategis


Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira (kedua dari kiri) saat berbicara dalam Intimate Dinner Women on The Move 2026 di Lombok.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira (kedua dari kiri) saat berbicara dalam Intimate Dinner Women on The Move 2026 di Lombok.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT ANTAM (Persero) Tbk Arini Kasmira menilai perempuan yang telah memperoleh kesempatan pendidikan dan karier memiliki tanggung jawab untuk memberi dampak lebih luas. Menurut dia, keberadaan perempuan di posisi strategis tidak hanya soal pencapaian personal, tetapi juga dapat menjadi role model bagi generasi berikutnya.

Pandangan tersebut disampaikan Arini dalam sesi Intimate Dinner bertajuk “Women Leading Change and Creating Impact” dalam rangkaian Bloomberg Technoz Women On The Move 2026 di Sudamala Resort Senggigi, Lombok, Sabtu (12/9/2026).

Arini mengatakan perjalanan karier perempuan kerap dihadapkan pada berbagai keraguan, baik karena usia, gender maupun latar belakang. Namun, tantangan tersebut justru perlu dijawab dengan keberanian untuk mengambil peran.

“Saya juga sering dibilang, kamu masih muda, gak bisa, kamu perempuan, gak bisa, kamu anak Sumatera dari daerah gak bisa. So many kata tidak bisa atau tidak layak yang saya hadapin,” ujar Arini.

Menurut Arini, perempuan yang telah mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan berkembang sebaiknya tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Kesempatan tersebut perlu diteruskan menjadi kontribusi bagi lingkungan yang lebih luas.

“Kalau Saya bisa ngasih contoh, bisa nanti create leader-leader perempuan berikutnya. Jadi harus ada yang ngasih contoh, kenapa bukan kita?” katanya.

Ia menilai pentingnya role model semakin besar di sektor pertambangan yang secara demografis masih didominasi pekerja laki-laki. Kondisi tersebut membuat kehadiran perempuan di level kepemimpinan menjadi bagian dari upaya membuka ruang bagi generasi berikutnya.

“Karena kita udah banyak dikasih Allah anugerah, dikasih tadi gift, disekolahin, segala macam, jadi jangan bilang orang lain, kenapa bukan saya, kenapa bukan kita,” tandas Arini.

Bagi Arini, kepemimpinan juga tidak dapat dilepaskan dari gagasan tentang legacy. Seorang pemimpin, kata dia, perlu memikirkan seberapa besar manfaat yang dapat ditinggalkan setelah masa kepemimpinannya berakhir.

Arini kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan tanggung jawabnya sebagai bagian dari perusahaan milik negara. Menurut dia, bekerja di BUMN membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk memastikan amanah dan sumber daya yang dipercayakan kepada perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Karena saya kerja di BUMN, gak boleh kita sia-siain,” tegasnya.

Ia menggambarkan skala dampak yang dapat dihasilkan ketika seorang pemimpin mampu membawa manfaat tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi organisasi, masyarakat hingga negara.

“Kalau kamu hanya untuk rumah tanggamu, ya satu, dua, tapi kalau society, kami, grup itu mungkin 30-50 ribu orang, ya impactnya rame yang ngerasain,” imbuh Arini.

Menurut dia, semakin luas tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula dampak yang dapat diciptakan. Karena itu, Arini menilai perempuan di posisi strategis perlu melihat karier bukan sekadar sebagai perjalanan personal, melainkan sebagai kesempatan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Pandangan tersebut sejalan dengan tema Women On The Move 2026, “Leading Beyond Limits, Creating Lasting Impact”, yang menempatkan kepemimpinan perempuan dan penciptaan dampak jangka panjang sebagai bagian utama dari agenda.

Arini menekankan bahwa perjalanan kepemimpinan tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi. Akan selalu ada fase sulit, perubahan keadaan, maupun keputusan yang menuntut penyesuaian.

Namun, ia meyakini setiap fase perlu dijalani dengan evaluasi dan niat yang tepat. Bagi Arini, kemampuan untuk terus bertumbuh menjadi bagian penting dari perjalanan seorang pemimpin.

“Along the way, niatnya dilurusin, dan diliat bersyukur apa yang kita punya, apa yang udah dikasih Allah, apa yang dikasih keluarga, apa yang dikasih masyarakat, apa yang dikasih negara,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak perempuan berani menerima tantangan dan mengambil posisi strategis, sehingga keberadaan mereka dapat membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya.

“Kenapa bukan kita?” tutup Arini.