Nafan menyematkan level support 5.931 dan 6.031 dengan resistance 6.130 dan 6.254.
Di sisi lain, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran support di level 6.080-6.030 dan resisten di angka 6.180-6.310.
"Solidnya laporan keuangan emiten 2Q26 diprediksi menjadi sentimen positif di pasar," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya pada Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi menguji level psikologis 6.000 setelah ditutup melemah 0,64% ke level 6.091 pada perdagangan Rabu (29/7/2026) kemarin.
"IHSG diperkirakan menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan hari ini," kata Phintraco Sekuritas.
Selepas keputusan The Fed itu, saham-saham di Bursa AS (Wall Street) ditutup melemah tajam karena kekhawatiran seputar inflasi mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang ke level tertinggi dalam hampir dua dekade.
Indeks S&P 500 merosot 1,5%, dengan indikator tersebut juga terpukul oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham perusahaan chip.
Nasdaq 100 memasuki koreksi teknis, memperpanjang penurunan dari rekor tertingginya hingga 11%. Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007.
Sementara itu, bursa saham Asia diperkirakan akan mengekor penurunan Wall Street menyusul kembali mencuatnya kekhawatiran atas besarnya belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang mendorong imbal hasil (yield) obligasi AS tenor panjang ke level tertinggi dalam hampir dua dekade.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham Australia, Jepang, dan Korea Selatan seluruhnya mengindikasikan pelemahan setelah S&P 500 merosot 1,5%, tertekan oleh aksi jual baru pada saham-saham pembuat cip.
(cpa/naw)





























