Logo Bloomberg Technoz

Prospek Saham SMGR dan TOWR Usai Terdepak dari LQ45

Muhammad Julian Fadli
29 July 2026 14:39

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merampungkan evaluasi mayor anggota Indeks LQ45. Dua saham resmi keluar untuk menggantikan dua saham lainnya.

Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi didepak dari Indeks LQ45, dan digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Perubahan ini berlaku efektif mulai Agustus 2026 sampai dengan Oktober 2026.

Padahal, menelisik lebih jauh, saham SMGR memiliki rasio free float lebih dari 49%, berdasarkan data Bloomberg per float/shares outstanding, dengan saham TOWR yang juga mumpuni, di mana emiten TOWR memiliki rasio free float 32,55%.


Konsensus 24 analis yang dihimpun Bloomberg juga menghasilkan tren bullish, dengan target harga SMGR berada di Rp2.435/saham dalam 12 bulan potensial ke depan. Artinya ada potensi keuntungan lebih dari 66% dari harga saat ini.

Sebanyak 11 analis kompak masih memberikan rekomendasi beli atau buy saham SMGR. Sisanya menyematkan rekomendasi tahan (hold) dan jual (sell).