Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Bursa Saham Asia Variatif, IHSG Berubah Merah

Muhammad Julian Fadli
29 July 2026 13:06

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada jeda Sesi I, setelah pagi tadi sempat menguat pada pembukaan perdagangan. Pada Rabu (29/7/2026), IHSG menutup Sesi I di posisi 6.093. Turun 0,6% dibanding dengan penutupan hari sebelumnya.

Total transaksi pagi–siang hari ini mencapai Rp16,85 triliun, dari sejumlah 26,88 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan dengan frekuensi mencapai 1,25 juta kali diperjualbelikan.

IHSG Penutupan Sesi I pada Rabu 29 Juli 2026 (Bloomberg)

Saham–saham properti, saham infrastruktur, dan saham perindustrian menjadi pemberat IHSG dengan penurunan mencapai 2,61%, 1,59%, dan 1,39%.


Saham-saham yang melemah hingga menjadi top losers di antaranya adalah PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang amblas 14,8%, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) jatuh 14,2%, dan PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) ambruk 13,3%.

Adapun bursa saham Asia bergerak variatif. Penguatan terjadi di indeks PSEI (Filipina), Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), Straits Times (Singapura), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), dan KLCI (Malaysia) masing-masing 1,68%, 1,31%, 1,11%, 0,83%, 0,73%, 0,58%, 0,39%, dan 0,05%.