Logo Bloomberg Technoz

Massa Kerusuhan Demo 27 Agustus: Dibayar Rp40.000-Rp70.000 

Dovana Hasiana
12 September 2026 21:10

Sejumlah massa melakukan demo di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Sejumlah massa melakukan demo di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengungkap skema pendanaan dan mobilisasi massa bayaran dalam kerusuhan usai aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 yang lalu. Polisi menemukan adanya massa yang diduga dikerahkan dan mendapatkan iming-iming bayaran dalam rentang Rp40.000 hingga Rp70.000 per orang. 

Pertama, beberapa tersangka kerusuhan mendapatkan pendanaan dari koordinator lapangan berinisial JT dengan nominal Rp40.000 per orang. Kemudian, JT mendapatkan pesanan dari inisial PKL, KHT alias HY, dan SO. 

“Terkait dengan pendanaan, ada perorangan, yang memesan kepada layer-layer yang ada di bawahnya. Ini semacam skema, jadi dari pemesan menyiapkan sekian puluh ribu kemudian ke bawah turun menjadi sekian puluh ribu, dengan sejumlah orang yang dipesan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Sabtu (12/9/2026). 


Kedua, polisi menemukan adanya temuan dari koordinator lapangan dengan inisial ER. Dia merupakan salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta yang menjanjikan atau menyiapkan dana sebesar Rp70.000 per orang. 

Polisi menduga ER mendapatkan pesanan dari salah satu badan hukum di Jakarta, yang sedang didalami. Namun, Iman tak menjelaskan mengenai badan hukum yang dimaksud karena masuk dalam materi penyelidikan dan penyidikan.