Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.072,8/troy ons. Bertambah 0,51% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Dinamika di Timur Tengah jadi sentimen positif bagi harga emas. Bloomberg News memberitakan, Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut akan kembali ke meja perundingan.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran sedang terlibat dalam pembicaraan diplomatik untuk mengakhiri konflik. Trump menyebut “ada kemungkinan sesuatu bisa terjadi” soal kesepakatan dengan Iran. 

“Alasan mengapa mereka mau bertemu adalah kami menghantam mereka begitu keras. Ada kemungkinan sesuatu akan terjadi, tetapi kalau tidak maka kami akan melakukan apa yang sudah kami lakukan,” tegas Trump kepada para jurnalis di Air Force One.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan bahwa ada kemungkinan pihak mediator akan membawa pesan dari AS. Namun secara formal belum ada pembicaraan.

Harapan damai di Timur Tengah membuat harga minyak ambruk. Kemarin, harga minyak jenis brent jatuh 10,54% ke US$ 88,12/barel.

Apabila harga energi bisa terjaga tidak melonjak, maka dunia bisa terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Alhasil bank sentral di berbagai negara tidak perlu terlampau agresif dalam mengetatkan kebijakan moneter.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages