“Alasan mengapa mereka mau bertemu adalah kami menghantam mereka begitu keras. Ada kemungkinan sesuatu akan terjadi, tetapi kalau tidak maka kami akan melakukan apa yang sudah kami lakukan,” tegas Trump kepada para jurnalis di Air Force One.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan bahwa ada kemungkinan pihak mediator akan membawa pesan dari AS. Namun secara formal belum ada pembicaraan.
Harapan damai di Timur Tengah membuat harga minyak ambruk. Kemarin, harga minyak jenis brent jatuh 10,54% ke US$ 88,12/barel.
Apabila harga energi bisa terjaga tidak melonjak, maka dunia bisa terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Alhasil bank sentral di berbagai negara tidak perlu terlampau agresif dalam mengetatkan kebijakan moneter.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini, Selasa (28/7/2026)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 47.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 73. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berisiko turun. Target support terdekat adalah US$ 4.054/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10.
Namun sejatinya momentum bullish harga emas masih terjaga. Ada potensi untuk naik lagi, dengan target resisten terdekat di US$ 4.086/troy ons.
Jika pivot point US$ 4.092/troy ons berhasil tertembus, maka memberi konfirmasi terhadap target resisten US$ 4.102-4.115/troy ons.
(aji)



























