Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG merah sendirian dari banyaknya Bursa Asia yang menghijau sepanjang hari, KOSDAQ (Korea), TOPIX (Jepang), KLCI (Malaysia), Shenzhen Comp. (China), SENSEX (India), Hang Seng (Hong Kong), KOSPI (Korea Selatan), Straits Times (Singapura), PSEI (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), TAIEX (Taiwan), dan Shanghai Comp. (China), dengan keberhasilan menguat masing–masing mencapai 1,98%, 1,21%, 0,95%, 0,93%, 0,91%, 0,79%, 0,69%, 0,51%, 0,35%, 0,26%, 0,07%, dan 0,04%.

Menguat dan melesatnya Bursa Asia tersengat sentimen yang datang dari global, investor merespons positif langkah Amerika Serikat (AS) yang menghentikan serangan sementara terhadap Iran.

Setelah menggempur Iran selama 13 hari, AS menunda serangan sejak Jumat malam, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil Presiden AS Donald Trump. Angkatan bersenjata Iran menyatakan Teheran telah menangguhkan balasannya.

Hal ini memunculkan harapan segera pulihnya hubungan kedua negara.

Terlebih lagi, harga minyak Brent tercatat turun hingga lebih dari 8,69% menuju US$91 per barel, setelah ditutup lebih rendah pada Jumat lalu. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$84 dengan penurunan 8,28% point–to–point.

Harga Minyak Brent Melemah (Sumber: Bloomberg)

“Penyelesaian konflik akan menjadi perkembangan yang positif,” ujar Shoji Hirakawa, Kepala Strategi Global di Tokai Tokyo Intelligence Lab, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Mengutip Phillip Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya, Reuters memberitakan Pakistan sedang mengusahakan pembicaraan damai terbaru antara AS dan Iran.

Pada hari Minggu, harga minyak mentah merosot lebih dalam lagi, menjauh dari level tertinggi dalam dua bulan yang dicapai sebelumnya, setelah AS dan Iran menahan diri untuk tidak melancarkan serangan militer di Teluk Persia untuk hari kedua berturut-turut.

(fad)

No more pages