Ballout, 21 tahun, yang lahir di Jerman, diduga menabrakkan sebuah van putih ke arah pejalan kaki di pinggiran acara Christopher Street Day di Berlin pada Sabtu malam, menewaskan seorang wanita dan melukai 29 orang lainnya. Dia juga diduga menyerang orang-orang dengan parang setelah menabrakkan van tersebut ke kerumunan.
Pihak berwenang mengatakan, tersangka adalah seorang simpatisan Negara Islam (IS) yang diketahui pernah berusaha bergabung dengan organisasi militer jihadis tersebut pada tahun 2025 sebelum ditahan di Lebanon.
Penyelidikan terkait dugaan serangan teror tersebut masih berlanjut, kata Ines Peterson, juru bicara Kantor Jaksa Agung Federal. Penyelidikan tersebut telah dialihkan ke tingkat federal pada hari Ahad lalu.
Berdasarkan Surat Kabat Bild, Polisi telah mengambil posisi di sekitar kebun komunal tersebut—sejenis kebun komunitas yang terdiri dari hamparan kebun sayur individu dan gubuk-gubuk kecil yang sering dipisahkan oleh pagar tanaman—sekitar pukul 15.00. Mereka kemudian melakukan pengepungan lokasi sekitar pukul 18.00 setelah mengevakuasi petak-petak kebun lainnya.
Surat kabar tersebut mengutip pernyataan ketua asosiasi kebun yang mengatakan bahwa orang-orang di sekitar lokasi mendengar dua rentetan tembakan, masing-masing terdiri dari empat tembakan. Polisi mengklaim, tembakan dilakukan usai Ballout terlihat hendak menyerang petugas dengan senjata tajam saat akan ditangkap.
(bbn)































