Logo Bloomberg Technoz

Houthi turut mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi serta menyerang dua kapal tanker minyak yang berafiliasi dengan Arab Saudi di Laut Merah.

Di saat yang sama, AS tampaknya menghentikan serangan terhadap Iran pada Jumat malam hingga Sabtu tanpa memberikan penjelasan resmi. Media dan pemerintah Iran juga tidak melaporkan adanya serangan baru.

Meski demikian, eskalasi di Laut Merah, di tengah serangan udara AS terhadap fasilitas militer dan infrastruktur Iran serta serangan balasan Teheran semakin memperburuk tekanan terhadap arus pasokan energi di kawasan.

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia, masih lumpuh akibat konflik. Jika gangguan terhadap jalur ekspor Arab Saudi melalui Laut Merah terus berlanjut, harga minyak diperkirakan akan semakin meningkat. Saudi mengekspor jutaan barel minyak per hari melalui pelabuhan Yanbu.

Trump, yang disebut semakin frustrasi karena Iran belum membuka kembali Selat Hormuz, mengatakan pada Jumat malam bahwa militer AS dalam kondisi "siap sepenuhnya" untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran. Namun, ia menegaskan belum mengambil keputusan akhir, setelah sebelumnya mengatakan tengah mempertimbangkan "serangan besar-besaran."

Menurut laporan The New York Times, Trump dan para penasihatnya memutuskan menunda eskalasi serangan karena khawatir perang berkepanjangan akan menguras persediaan rudal pencegat Patriot dan sistem pertahanan udara lainnya di kawasan.

Juru bicara Gedung Putih Steven Cheung mengatakan Trump tetap mengutamakan solusi diplomatik, tetapi seluruh opsi masih terbuka apabila Iran terus melakukan aktivitas yang disebutnya sebagai tindakan teror di Selat Hormuz maupun terhadap sekutu-sekutu AS.

"Iran sebaiknya mengupayakan penyelesaian melalui negosiasi," kata Cheung.

Sejumlah sekutu menggambarkan Trump tengah berada dalam "mode balas dendam" terhadap Iran, sementara pihak lain menilai presiden ingin membuat Teheran menanggung konsekuensi atas perang yang telah mendorong kenaikan harga energi dan menimbulkan tekanan politik bagi Partai Republik menjelang pemilu sela pada November.

Saat menghadiri jamuan makan malam White House Correspondents' Dinner, Trump mengatakan Iran "sangat ingin mencapai kesepakatan", tetapi menurutnya "sekarang belum waktunya."

Trump juga menyebut kedua pihak tengah melakukan pembicaraan, meski pemerintahannya belum mengungkapkan rincian proses tersebut.

Sementara itu, delegasi dari Oman dilaporkan telah tiba di Teheran untuk membahas operasi di Selat Hormuz, menurut Axios yang mengutip dua sumber regional. Belum jelas apakah AS akan mengikuti hasil pembicaraan tersebut.

Harga minyak Brent melonjak sekitar 27% dalam dua pekan terakhir seiring memburuknya konflik AS-Iran dan dibukanya front baru oleh Houthi di Laut Merah. Minyak acuan global itu ditutup pada Jumat di level US$96,78 per barel.

Gencatan Senjata Houthi-Saudi Terancam

Agresi terbaru Houthi di Laut Merah terjadi meski Arab Saudi dan kelompok tersebut masih terikat gencatan senjata yang rapuh di tengah perang saudara Yaman yang telah berlangsung selama 12 tahun.

Houthi berhasil bertahan dari sekitar tujuh tahun kampanye pengeboman yang dipimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta masih menguasai wilayah yang dihuni sebagian besar penduduk Yaman.

Iran merupakan pendukung utama Houthi, meski kelompok tersebut dinilai memiliki tingkat kemandirian yang lebih besar dibandingkan proksi Iran lainnya seperti Hizbullah di Lebanon.

(bbn)

No more pages