Logo Bloomberg Technoz

Rizki menjelaskan, tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan kini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mencakup layanan promotif, preventif, hingga kebugaran.

Menurutnya, meningkatnya minat terhadap wisata kebugaran membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikan wisata kesehatan sebagai salah satu produk unggulan sektor pariwisata.

Dalam pengembangannya, setiap rumah sakit akan melalui proses pemetaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan profil layanan unggulan hingga perhitungan estimasi paket wisata kesehatan. 

Kemenpar bersama Kemenkes juga akan melakukan survei lapangan guna menyusun parameter center of excellence yang menjadi keunggulan masing-masing rumah sakit.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Kemenpar juga akan membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi dengan sektor pendukung, seperti perhotelan, biro perjalanan wisata, agen perjalanan, penyedia transportasi ramah pasien, hingga perusahaan asuransi dalam dan luar negeri.

"Tahapan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait," kata Rizki.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dr. Yanti Herman, mengatakan rumah sakit yang menjadi proyek percontohan akan diminta melakukan penilaian mandiri untuk mengukur kesiapan dalam mengembangkan layanan wisata medis. 

Rumah sakit yang memenuhi kriteria dan berkomitmen akan memperoleh dukungan berupa promosi, pelatihan menuju standar pelayanan internasional, serta berbagai kemudahan fiskal maupun nonfiskal.

"Semoga kita semua terus bersemangat membangun ekosistem wisata medis Indonesia sehingga mampu menjadi destinasi yang semakin diperhitungkan di kancah global," ujar Yanti.

Sebagai tahap awal, Kemenpar bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) telah memetakan rumah sakit yang dinilai memiliki potensi menjadi destinasi wisata kesehatan. Sebanyak 18 rumah sakit ditetapkan sebagai proyek percontohan, terdiri atas 15 rumah sakit di Jabodetabek dan tiga rumah sakit di Bali.

(dec)

No more pages