Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan. Per akhir Maret 2026, AKR membukukan pendapatan sebesar Rp12,94 triliun, naik sekitar 26,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp10,26 triliun pada kuartal I-2025. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp825,65 miliar, dari Rp685,75 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi neraca, total aset perseroan tercatat meningkat menjadi Rp37,06 triliun per 31 Maret 2026, dibandingkan Rp36,56 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp16,19 triliun dari Rp15,61 triliun pada akhir tahun lalu.






























