Selain posisi tersebut, Dice mencatat perusahaan juga semakin mencari kandidat yang memiliki kemampuan seperti stakeholder management yang tumbuh 315%, MLOps sebesar 251%, observability sebesar 230%, serta large language modeling (LLM) sebesar 217%.
Tren tersebut menunjukkan perusahaan membutuhkan talenta muda yang mampu bekerja di lingkungan teknologi yang semakin banyak memanfaatkan AI.
Laporan Dice selanjutnya menunjukkan pemulihan pasar kerja teknologi tidak terjadi secara merata di berbagai wilayah.
Jumlah lowongan pekerjaan teknologi di Detroit dan Baltimore, meningkat sekitar 22% secara tahunan pada kuartal I-2026. Sebaliknya, Richmond mencatat penurunan terdalam sebesar 26%, disusul Providence yang turun 19%.
Selain lokasi, skema kerja juga memengaruhi peluang. Dice mencatat lowongan kerja remote meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara lowongan non-remote maupun hybrid masing-masing turun 7%.
Berdasarkan temuan tersebut, Dice menilai pasar kerja teknologi saat ini tidak lagi dapat digambarkan dengan satu kondisi yang berlaku untuk semua orang. Prospek mendapatkan pekerjaan semakin ditentukan oleh kombinasi pengalaman, keterampilan, serta lokasi kerja yang dipilih kandidat.
(fik/wep)
































