Logo Bloomberg Technoz

"Dalam konteks transisi energi dari berbasis termal ke energi baru terbarukan, PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Untuk itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap," ujar Suroso.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah telah bergerak cepat lewat penyederhanaan regulasi pembangunan proyek PSEL guna mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan, sekaligus memberikan kepastian ruang berusaha yang kondusif bagi para investor.

“Tugas saya cuma satu, regulasi diperbaiki. Dari ratusan tinggal tiga aturan. Kalau ada hambatan, saya tinggal undang. Kalau masih tidak bisa saya atasi, saya lapor. Presiden yang memimpin," ujar Zulkifli.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat memaparkan reduksi emisi dari tata kelola sampah ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, melainkan juga membuka peluang ekonomi baru yang sangat besar melalui pasar perdagangan karbon nasional.

Jumhur menjelaskan, keberhasilan daerah dalam menekan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah akan dikonversi menjadi komoditas bernilai tinggi yang diakui secara legal oleh negara.

"Begitu Bapak mengurangi emisi 20 juta ton, ya mungkin Rp100—Rp150 miliar bisa dapat karena dijual di pasar karbon. Saya telah berhasil mengurangi emisi sekian juta atau sekian gigton ekuivalen CO2, maka dijual ke pasar karbon. Nanti, dari KLHK akan dapat Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia dan itu dijual di pasar karbon," tutur Jumhur.

Adapun, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir membeberkan tingginya antusiasme pasar terhadap proyek ini.

Sebagai proyek pengelolaan sampah menjadi energi terbesar di dunia, PSEL disebut menarik minat besar dari berbagai institusi finansial dan investor global yang berlomba-lomba untuk menanamkan modal.

"Proyek ini secara akumulatif memang proyek waste to energy terbesar di dunia, makanya untuk orang yang berpartisipasi investment semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini. Jadi, ya alhamdulillah antusiasmenya amat tinggi," ujar Pandu.

Sebelumnya, Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi menetapkan delapan mitra sebagai pemenang tender proyek PLTSa atau PSEL tahap II, pada Selasa (14/7/2026). 

Pembangunan proyek tahap pertama telah dimulai melalui peresmian pembangunan PLTSa Denpasar, Bali pada Rabu (8/7/2026), setelah melalui proses seleksi mitra bersama proyek Kota Bekasi dan Bogor Raya.

Sementara itu, pembangunan proyek PLTSa Kota Bekasi dan Bogor Raya akan segera diresmikan dalam waktu dekat.

Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi selanjutnya akan dikembangkan dan dijalankan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), sebagai platform pengembangan PLTSa dan pengelolaan sampah terintegrasi di bawah DIM.

Berikut adalah daftar delapan mitra terpilih PLTSa tahap II oleh Danantara:

  1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) - Medan Raya - Prancis dan Indonesia. 
  2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) - Kabupaten Bekasi - China dan Indonesia. 
  3. Bumi Biru Indonesia  (SUS Indoplas) - Lampung Raya - China dan Indonesia. 
  4. Masa Depan Energi Indonesia  (Chandra Waste Energy BGE) - Serang Raya - Indonesia dan China.
  5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) - Semarang Raya - Prancis.
  6. Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) - Surabaya Raya - Indonesia dan China. 
  7. MPM-CEVIA Consortium  (Mega Power CEVIA) - Bogor Raya 2 - Indonesia dan China.
  8. Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) - Yogyakarta Raya - Indonesia dan China.

(smr/wdh)

No more pages