Kredivo Group juga diketahui merupakan grup bisnis sektor teknologi finansial yang beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara.
Dari catatan laporan keberlanjutan perusahaan, saham mayoritas Kredivo atau sekitar 85% milik FPL Capital Pte. Ltd. Sisanya diketahui dimiliki PT Wanteg Selaras Alam.
FPL Capital sebelumnya bernama FinAccel Pte. Ltd., dengan perubahan nama yang tidak mengubah komposisi kepemilikan perusahaan.
Dalam laporan tersebut, Kredivo menyebut dirinya sebagai bagian dari Kredivo Group yang mengembangkan layanan keuangan digital berbasis analitik data untuk memperluas akses kredit di Asia Tenggara. Selain layanan BNPL, grup ini juga mengembangkan layanan pinjaman digital dan bank digital melalui Krom Bank.
Secara keuangan, PT Kredivo Finance Indonesia mencatatkan total aset sebesar Rp1,49 triliun hingga 31 Desember 2025, naik dari Rp1,27 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp1,08 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp414,49 miliar.
Perwakilan Kredivo belum memberi penjelasan lebih rinci dan lebih aktual terkait kasus pengakuan korban pelecehan yang dilakukan oknum DC Kredivo saat menagih.
(red)





























