Dari sisi operasional, Pelni mencatat melayani lebih dari 5,15 juta penumpang sepanjang 2025. Selain angkutan penumpang, perusahaan juga mengangkut sekitar 21,7 juta ton barang melalui layanan logistik dan tol laut.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perusahaan pada 2025. Perusahaan pelat merah ini diketahui mencetak laba usaha sebesar Rp45,67 miliar naik tipis 0,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, pendapatan perusahaan juga naik menjadi Rp795,72 miliar naik 20,25%. Adapun total liabilitas dan ekuitas mencapai Rp461,74 miliar atau naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp375,98 miliar.
Sementara itu, ASDP membukukan laba bersih sebesar Rp285,4 miliar pada 2025. Perusahaan negara yang mengurusi layanan penyebrangan laut itu membukukan pendapatan Rp4,96 triliun pada tahun lalu.
Layanan penyeberangan perintis ASDP mencatat lebih dari 93 ribu trip atau tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Angkutan kendaraan juga meningkat 15% menjadi lebih dari 556 ribu unit.
Di sisi lain, perusahan berhasil menjaga tingkat kecelakaan kapal pada angka 0,220%, lebih baik dibanding target perusahaan sebesar 0,230%, dengan total lima kecelakaan kapal sepanjang tahun.
Adapun ASDP saat ini melayani sebanyak 227 lintasan perintis atau mengambil porsi 71,4%. Sementara itu, layanan komersil hanya sebanyak 91 lintasan atau setara 28,6%.
"Dari 28,6% kapal komersial ini, ini tentunya harus meng-cover sekitar 71,6% dari kapal perintis dan beberapa biaya yang kemudian tidak di-cover oleh biaya subsidi," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR di Gedung Parlemen Jakarta awal bulan April lalu.
(ain)
































