“Pergerakan yang terjadi sepertinya lebih kepada dip buying ketimbang respons terhadap kabar terbaru,” ujar Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank N/V, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (22/7/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 47.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang berada di posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50, sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Investor perlu hati-hati, karena indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 98. Jauh di atas 80, yang berarti sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Target support terdekat ada di rentang US$ 4.063-4.052/troy ons. Penembusan di level ini bisa membawa harga emas longor menuju US$ 4.029/troy ons.
Cermati pivot point US$ 4.011/troy ons. Sebab jika jebol, maka harga emas bisa turun lebih dalam dengan target paling pesimistis di US$ 3.923/troy ons.
Namun andai harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.097/troy ons rasanya bisa menjadi resisten terdekat.
(aji)


























