Logo Bloomberg Technoz

ANCAMAN KRISIS ENERGI

Perang Iran Pecah Lagi, Amuk Minyak Bisa Lebih Parah dari Fase I

News
20 July 2026 11:00

Tangki penyimpanan di terminal bahan bakar penerbangan Shell Haven dekat Stanford-le-Hope, Inggris./Bloomberg
Tangki penyimpanan di terminal bahan bakar penerbangan Shell Haven dekat Stanford-le-Hope, Inggris./Bloomberg

Grant Smith, Will Kubzansky, Yongchang Chin, dan Alex Longley - Bloomberg News

Bloomberg, Pasar minyak global terhindar dari tekanan ekstrem selama fase pertama perang Iran, tetapi pertempuran melawan Amerika Serikat (AS) yang kembali terjadi kali ini membawa risiko lonjakan harga minyak yang lebih besar di dunia lantaran cadangan di begitu banyak negara telah menipis ke level berbahaya.

Ketika Selat Hormuz pertama kali ditutup pada Maret, banyak yang memperkirakan krisis energi akan segera terjadi.


Akan tetapi, berkat pelepasan cadangan minyak darurat, aliran pasokan diam-diam dari beberapa negara Teluk Persia, serta kemampuan China yang mengejutkan untuk menekan impor, memberi dunia cukup waktu untuk menghindari skenario terburuk.

Pada saat AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai mereka pada Juni, pasar tampak lebih banyak pasokannya daripada yang dikhawatirkan banyak orang di awal perang.