Dengan skema sebelumnya, insentif Rp6 juta per hari dikalikan 313 hari menghasilkan sekitar Rp1,878 miliar per tahun untuk satu SPPG.
Menurut Agustina, perhitungan tersebut membuat pengembalian investasi pembangunan SPPG menjadi sangat cepat. "Kalau dia berinvestasi Rp3,5 miliar untuk mendirikan satu SPPG, dalam dua tahun kan selesai, investasinya sudah balik," ujarnya.
Karena itu, BGN akan menyusun formula baru agar pemberian insentif lebih proporsional berdasarkan kapasitas pelayanan dan beban operasional setiap SPPG.
Sebelumnya, BGN juga tengah melakukan pembenahan data pelaksanaan program MBG, termasuk menelusuri temuan adanya sekolah yang dilayani oleh dua SPPG sekaligus.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran layanan dan anggaran berjalan lebih tepat sasaran.
(dec/spt)
































