Logo Bloomberg Technoz

Untuk itu, Bahlil memastikan janji pemerintah bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun bakal tetap terlaksana.

Tangki penyimpanan bahan bakar di fasilitas PT Pertamina di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta./Bloomberg-Dimas Ardian

“Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insyaallah enggak ada kenaikan sama sekali,” ungkapnya.

Lebih jauh, Bahlil menyatakan terdapat potensi turunnya harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi jika harga minyak dunia turun.

Dia menyatakan telah menginstruksikan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha (BU) hilir migas swasta untuk segera melakukan penyesuaian harga.

Harga minyak mempertahankan tren kenaikan dua hari berturut-turut seiring dengan masih berlanjutnya eskalasi militer antara AS dan Iran di Timur Tengah, ditambah ancaman kelompok Houthi asal Yaman yang ingin memblokade lalu lintas pelayaran Arab Saudi di Laut Merah.

Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, yang kini menjadi kontrak paling aktif diperdagangkan, berada di kisaran US$82/barel setelah melonjak lebih dari 5% dalam dua sesi sebelumnya. 

Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di atas US$89/barel pada Senin (20/7/2026).

Tanker Sierra./dok. Marine Traffic

Komitmen Rusia

Adapun, salah satu komitmen pasokan minyak mentah berasal dari Rusia. Wamen ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya mengungkapkan komitmen 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang diamankan Indonesia rencananya bakal didatangkan hanya untuk tahun ini.

Dia menyatakan konsumsi minyak mentah Indonesia per hari mencapai sekitar 1,6 juta per hari dan 1 juta di antaranya dipasok dari pasokan impor, sehingga komitmen minyak Rusia sebesar 150 juta barel masih menyisakan ruang pasokan dari negara lainnya

“Untuk komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin, kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

Dalam perkembangannya, Minyak mentah asal Rusia jenis Eastern Siberia Pacific Ocean (ESPO) terdeteksi telah memasuki Indonesia melalui Pelabuhan Lawe-Lawe, Kalimantan Timur, usai diangkut melalui kapal tanker Sierra berbendera Kamerun.

Untuk diketahui, Pelabuhan Lawe-Lawe merupakan salah satu pintu masuk crude ke Kilang Balikpapan. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tercatat memiliki dua tangki penyimpanan minyak mentah di terminal Lawe-Lawe dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel.

Berdasarkan pantauan data pelayaran Marine Traffic, tanker Sierra telah meninggalkan Lawe-Lawe pada 30 Juni 2026. Saat ini tanker tersebut sudah berada kembali ke area labuh jangkar di Pelabuhan Vladivostok, Rusia.

Dalam dokumen pengadaan minyak mentah PPN, subholding downstream Pertamina tersebut sempat mengumumkan rencana pembelian minyak mentah secara spot ke Kilang Balongan untuk pengiriman Juni.

Dalam dokumen tersebut, salah satu minyak mentah yang dicari oleh PPN merupakan jenis ESPO atau minyak mentah asal Siberia Timur, Rusia.

Disebutkan bahwa PPN mencari minyak mentah ESPO maksimal 315.000 barel pada pengadaan yang diumumkan 29 Mei 2026.

Kendati begitu, belum diketahui pasti volume minyak mentah yang telah masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Lawe-Lawe dan kilang mana yang mengolahnya.

“Pada Jumat, 29 Mei 2026, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan rencana pembelian secara spot minyak mentah ke RU VI Balongan untuk periode pengiriman bulan 2026,” sebagaimana tertulis dalam dokumen pengumuman pengadaan minyak mentah PPN yang dilihat Bloomberg Technoz.

Crude oil ESPO Max 315 MB [315.000 barel]. Delivery CFR/DAP RU VI Balongan [Kilang Balongan],” tulis PPN.

-- Dengan asistensi Dovana Hasiana

(azr/wdh)

No more pages