Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan harga minyak dan tingginya tensi di Timur Tengah memberikan alasan baru bagi para pelaku pasar untuk menahan diri, sekaligus mempercepat peralihan dana keluar dari saham-saham teknologi usai reli tajam sepanjang tahun ini. Para investor kini menantikan rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa akhir minggu ini demi mendapatkan petunjuk apakah reli pasar yang didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI) masih dapat berlanjut.

“Situasi di Iran terus mengguncang pasar,” ungkap Louis Navellier, ahli strategi senior. “Kondisi ini menahan potensi penguatan saham yang seharusnya terjadi mengingat tren pendapatan perusahaan yang sebenarnya cukup solid.”

Pekan ini menjadi ajang pembuktian awal bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar AS, di mana tekanan kian meningkat agar manajemen mampu membuktikan efektivitas investasi besar-besaran mereka di bidang AI. Tesla Inc dan Alphabet Inc bakal membuka musim rilis laporan keuangan pada hari Rabu (22/7), dilanjutkan oleh Microsoft Corp, Meta Platforms Inc, Apple Inc, dan Amazon.com Inc pada pekan berikutnya.

Dari panggung geopolitik, obligasi pemerintah Inggris melemah setelah kebijakan anggaran PM Andy Burnham membuat investor cemas. Aksi lepas obligasi pada hari Senin mendorong imbal hasil (yield) obligasi tenor panjang ke level tertingginya sejak akhir Mei, usai Burnham menyatakan akan mencari "fleksibilitas penuh" dalam menjalankan aturan pinjaman dan pengeluaran pemerintah.

Kekhawatiran soal perang dagang kembali mencuat setelah pemerintahan Trump berjanji mengenakan tarif 50% untuk sejumlah barang impor Kanada. Langkah ini diambil atas tuduhan diskriminasi terhadap produk alkohol, otomotif, dan olahan susu asal AS, yang kian memperkeruh ketegangan antara kedua negara tetangga tersebut.

Jika Trump merealisasikan kebijakan tarif yang dijadwalkan berlaku dalam 30 hari mendatang, tindakan ini akan mencatatkan langkah perdagangan paling keras yang pernah diambilnya terhadap mitra dagang terbesar kedua AS tersebut.

Kendati demikian, fokus utama pasar tetap tertuju ke Timur Tengah seiring langkah militer AS menggempur sejumlah target di Iran, usai Donald Trump berjanji Teheran “akan membayar mahal” atas tewasnya tiga prajurit AS.

Pada hari Senin, kelompok Houthi yang disokong Iran menegaskan akan memberlakukan larangan melintas bagi armada laut Arab Saudi. Ancaman ini menyasar rute pelayaran Laut Merah yang selama ini diandalkan Saudi untuk mengekspor jutaan barel minyak mentah per hari via jaringan pipa lintas negara guna menghindari Selat Hormuz.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan bakal mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya dari ancaman militan Houthi Yaman yang didukung Teheran.

“Agar pasar saham dapat kembali bangkit, kita membutuhkan laporan kinerja keuangan yang solid dari saham-saham teknologi utama pekan ini, serta deeskalasi konflik di Iran yang tentu akan sangat membantu,” ujar Tom Essaye dari The Sevens Report.

Pergerakan utama pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 relatif stabil pada pukul 09.13 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,2%.
  • Indeks Topix Jepang naik 0,9%.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%.
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,1%.

Mata uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil.
  • Euro stabil di US$1,1416.
  • Yen Jepang stabil di 162,48 per dolar AS.
  • Yuan offshore stabil di 6,7683 per dolar AS.
  • Dolar Australia stabil di US$0,6999.

Kripto

  • Bitcoin turun 0,2% menjadi US$65.194,82.
  • Ether relatif stabil di US$1.904,14.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif stabil di 4,59%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik dua basis poin menjadi 2,725%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun relatif stabil di 4,96%.

Komoditas

  • Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) relatif stabil.
  • Harga emas spot relatif stabil.

Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages