Logo Bloomberg Technoz

Artinya, dunia masih berada dalam ancaman inflasi tinggi seiring lesatan harga energi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara tentu sulit untuk menghindari pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

“Emas merespons dingin kabar dari Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai apatis terhadap isu geopolitik dan mengarahkan perhatian mereka ke prospek kebijakan moneter,” kata Justin Lin, Analis di Global X ETFs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana perkiraan gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (21/7/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari berada di 37. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Target resisten terdekat adalah US$ 4.011/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.043/troy ons.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 3.999/troy ons rasanya akan menjadi pivot point. Dari situ, harga emas berisiko menguji support US$ 3.994-3.977/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.963/troy ons.

(aji)

No more pages