Selain harga minyak, pelemahan rupiah juga dipicu oleh aksi jual yang terjadi di pasar Surat Utang Negara (SUN) pada sesi perdagangan hari ini.
Melansir data Bloomberg, yield SUN tenor 1 tahun terkerek 6,2 basis poin (bps) menjadi 7,03%. Sementara tenor 4 dan 5 tahun naik masing-masing 5 bps dan 3,8 bps menjadi 7,24%.
Tekanan paling besar cenderung terjadi pada tenor 1 hingga 6 tahun, yang selama ini dikenal paling sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga Bank Indonesia (BI).
Investor sepertinya sedang mempertimbangkan kemungkinan BI mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menjaga stabilitas rupiah, serta mengantisipasi risiko inflasi, serta ekspektasi kebijakan The Fed.
Kondisi ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan BI akan kembali melanjutkan siklus pengetatan dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6%.
BI diagendakan akan mengumumkan keputusan terkait suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu tanggal 22 Juli mendatang.
(dsp/aji)





























