Tampak bahwa investor mempertimbangkan adanya kemungkinan BI mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menjaga stabilitas rupiah, serta mengantisipasi risiko inflasi dan faktor eksternal.
Kondisi ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan BI akan kembali melanjutkan siklus pengetatan dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6%.
Selain itu, pergerakan yield siang ini mencerminkan adanya penyesuaian posisi investor menjelang katalis penting lainnya, seperti perkembangan inflasi, serta ekspektasi kebijakan The Fed.
Mega Capital Sekuritas memperkirakan yield SUN 10 tahun akan bergerak di rentang 7,25% hingga 7,3%. Sementara, Samuel Sekuritas memproyeksikan investor kian selektif dalam sesi perdagangan di pasar SUN.
Hal itu terlihat pada data kondisi likuiditas yang melemah, dengan volume transaksi SUN turun sebesar 19,12% menjadi Rp18,91 triliun, dari sebelumnya Rp23,38 triliun.
Sebagai catatan, per tanggal 15 Juli, aset SUN domestik telah dilepas oleh investor dengan nilai mencapai US$162,2 juta secara harian, dan US$260,3 secara mingguan.
(dsp/aji)





























