"Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan, kita harus hilangkan kemiskinan, kemiskinan apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan."
Di sisi lain, meski berkelakar membuka opsi pengurangan anggaran pertahanan dan kepolisian, Prabowo menilai kekuatan pertahanan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran militer, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan rakyatnya.
"Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan," tutur dia.
Untuk diketahui, dalam DIPA TA 2026 Kementerian Pertahanan, alokasi awal anggaran tercatat mencapai Rp128,9 triliun, sementara pada pagu revisi TA 2025 sempat mencapai Rp364,1 triliun untuk modernisasi alutsista dan kesejahteraan prajurit.
(prc/frg)




























