Meski demikian, ia belum mengungkapkan besaran maupun target penghematannya.
Di samping itu, ia juga enggan mengonfirmasi kabar bahwa anggaran MBG akan turun menjadi Rp174 triliun. Menurutnya, angka tersebut tidak dibahas dalam pertemuan dengan Komisi IX.
Sebelumnya, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) menilai efisiensi anggaran Program MBG pada 2026 idealnya mencapai Rp80 triliun dari pagu anggaran tahun ini.
Sebelumnya, pemerintah telah menurunkan pagu anggaran MBG dalam APBN 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengungkapkan DPR telah memiliki simulasi sendiri terkait potensi efisiensi anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, penghematan anggaran masih dapat dilakukan di atas estimasi awal sebesar Rp40 triliun.
"Banggar berpendapat, kalau hitung-hitungan Banggar, sebenarnya dari Rp268 itu [efisiensi] moderat Rp68 triliun. Kalau mau efisien betul, sekitar Rp80 triliun, kita tunggu saja," ujar Said ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (7/7/2026).
Meski demikian, Said menegaskan hingga saat ini belum ada angka final mengenai besaran efisiensi anggaran MBG. Keputusan masih menunggu hasil pembahasan pemerintah.
Adapun berdasarkan data Kemenkeu, realisasi anggaran untuk program MBG terus menunjukkan peningkatan. Hingga akhir Mei 2026, total dana yang terserap mencapai Rp88,15 triliun, naik 17,53% dibandingkan posisi bulan April 2026 yang sebesar Rp75 triliun.
Kemenkeu memerinci dari total 63,13 juta penerima manfaat tersebut, sebanyak 48,9 juta adalah kelompok siswa, sementara 14,3 juta sisanya adalah kelompok non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
(prc)

























