Logo Bloomberg Technoz

Boeing berada di bawah pengawasan regulator yang jauh lebih ketat sejak insiden yang nyaris berujung pada bencana pada 2024, ketika panel seukuran pintu terlepas dari badan pesawat saat sedang mengudara. Insiden tersebut mengungkap lemahnya kualitas pengerjaan di fasilitas produksi perusahaan.

Peristiwa itu mendorong regulator untuk mengambil tindakan tegas terhadap Boeing, termasuk membatasi produksi keluarga pesawat 737 Max yang menjadi produk terlaris perusahaan serta mencabut kewenangannya untuk menyatakan pesawat yang baru diproduksi laik terbang sebelum diserahkan kepada maskapai.

Pada 2025, FAA mengizinkan Boeing kembali menerbitkan sertifikat kelaikudaraan untuk sebagian pesawat 737 Max dan 787 Dreamliner. Dalam skema tersebut, Boeing dan FAA secara bergantian menerbitkan persetujuan akhir (sign-off) setiap pekan.

"Selama delapan bulan terakhir, FAA menemukan kualitas produksi yang sebanding, baik ketika sertifikat kelaikudaraan diterbitkan oleh Boeing maupun oleh FAA," kata lembaga tersebut pada Jumat.

FAA menambahkan bahwa mereka akan tetap melanjutkan inspeksi, audit, dan pemantauan terhadap proses produksi Boeing. Sementara itu, Boeing menyatakan akan terus bekerja di bawah pengawasan FAA dalam memproduksi pesawat komersial yang aman dan berkualitas tinggi.

(bbn)

No more pages