Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengonfirmasi kepada wartawan bahwa dari seluruh korban luka yang dirawat di rumah sakit, 22 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Suriyachai, ketika petugas penyelamat tiba di lokasi kejadian, api yang menurut saksi mata berawal dari bagian depan panggung pertunjukan sudah menghanguskan seluruh area tersebut.

"Kami masih harus menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," tambahnya.

Seorang petugas pemadam kebakaran, Chakrit Khongkom (45), menceritakan bahwa ia tiba dengan mobil pemadam pertama dan melihat bar bernama Rong Beer Na Lat Phrao tersebut sudah terbakar hebat. Banyak pengunjung terjebak di dalam, dan beberapa di antaranya berusaha keluar dari pintu belakang. Sementara itu, beberapa orang yang berhasil keluar dari pintu depan mengalami luka bakar serius.

"Kobaran apinya sebenarnya tidak terlalu agresif, tetapi asap pekat sudah memenuhi 100 persen ruangan bar. Asap ada di mana-mana," kata Chakrit. "Sebagian besar korban selamat mengalami sesak napas akibat menghirup asap."

Gubernur Chadchart menyebutkan bahwa bar tersebut sebenarnya memiliki izin resmi yang lengkap dan memiliki pintu darurat. Namun, api menyebar terlalu cepat dan asap langsung memenuhi ruangan, sehingga menyulitkan para pengunjung untuk meloloskan diri.

Hingga dini hari, personel darurat masih berjaga di lokasi kejadian untuk mempersiapkan evakuasi jenazah, sementara tim forensik mulai mengumpulkan bukti-bukti guna membantu proses identifikasi para korban.

Deretan jenazah yang telah diberi nomor tampak diletakkan dalam dua baris menunggu untuk dievakuasi, dikelilingi oleh puluhan petugas penyelamat. Para petugas pemadam kebakaran juga bersiaga di dekat pintu masuk bar yang fasadnya telah hangus dan menghitam akibat kobaran api.

Seorang anggota band yang tampil di tempat tersebut mengatakan kepada media lokal bahwa asap tiba-tiba memenuhi ruangan setelah lampu sempat padam sejenak, yang kemudian disusul oleh ledakan besar dan kobaran api.

"Setelah ledakan terjadi, saya tidak melihat ada orang yang mencoba berlari, sebagian besar dari mereka sudah terkapar di lantai meminta bantuan," ujarnya kepada wartawan dengan kepala yang masih diperban, tanpa menyebutkan namanya.

"Saya langsung berlari dari arah panggung menuju pintu keluar yang berjarak sekitar lima meter. Suasananya sangat gelap, penuh asap, dan tidak ada oksigen."

(del)

No more pages