"Fakta bahwa kami bertemu dengan menteri luar negeri Myanmar merupakan sebuah perubahan," ujar Lazaro, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar. "Saya berharap pertemuan informal ini dapat menjadi momentum bagi keterlibatan lebih lanjut antara ASEAN dan Myanmar."
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan negaranya mendukung perubahan pendekatan tersebut melalui apa yang disebutnya sebagai calibrated re-engagement atau keterlibatan kembali secara bertahap, sembari menegaskan posisi ASEAN tidak berubah.
"Keterlibatan yang kami dorong merupakan strategi untuk mengimplementasikan Konsensus Lima Poin," kata Sihasak. Ia menambahkan akan ada lebih banyak keterlibatan dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar. "Kami ingin Myanmar kembali menjadi bagian dari keluarga ASEAN."
Sihasak mengatakan ASEAN mengundang Myanmar untuk menjelaskan posisinya, tetapi pada saat yang sama juga mengharapkan otoritas negara tersebut menjawab berbagai kekhawatiran yang disampaikan ASEAN maupun komunitas internasional.
Menteri luar negeri Myanmar juga memaparkan upaya pemerintah dalam memberantas operasi penipuan lintas negara di wilayah perbatasan. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Aung San Suu Kyi berada dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan yang baik, menurut keterangan dua diplomat senior dari Thailand dan Filipina.
Sihasak mengatakan ASEAN mendesak agar Lazaro diberikan akses untuk menemui Suu Kyi guna "memverifikasi klaim tersebut."
Lazaro, yang sebelumnya ditolak permintaannya untuk menemui Suu Kyi setelah pemimpin sipil itu dipindahkan ke tahanan rumah, mengatakan akan mengunjungi Myanmar pada akhir tahun ini untuk memperluas penyaluran bantuan kemanusiaan. Filipina memegang keketuaan bergilir ASEAN pada 2026.
(bbn)






























