Logo Bloomberg Technoz

Cyril mengatakan, apabila mengikuti seluruh proses tersebut, isu yang berkembang tidak sesuai dengan fakta yang telah melalui proses verifikasi regulator.

"Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya," kata Cyril.

Cyril juga menjelaskan pertumbuhan valuasi RANS tidak terjadi secara tiba-tiba.

Menurutnya, peningkatan valuasi didukung oleh perkembangan bisnis perseroan, termasuk masuknya investasi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021.

Ia menambahkan, valuasi perseroan saat ini telah meningkat menjadi lebih dari Rp2 triliun. Menurutnya, proses IPO juga menjadi momentum untuk menunjukkan kondisi perusahaan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.

"Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan BEI," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, menyambut baik penjelasan yang disampaikan Darwin terkait isu yang sempat beredar.

"Terima kasih atas klarifikasinya. Kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang objektif,” ujar Nagita.

RANS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada hari ini. Perseroan menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp170 per saham.

Dari aksi korporasi tersebut, RANS menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.

Adapun menjelang IPO, RANS memiliki sejumlah entitas anak yang belum beroperasi.

Terdapat tujuh perusahaan yang belum menjalankan kegiatan usaha, yakni PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia, PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi.

Entitas-entitas tersebut bergerak di berbagai bidang usaha, mulai dari restoran, penyelenggara acara, klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, hingga jasa dan perdagangan.

(cpa/naw)

No more pages