Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penyakit ini dapat menyebabkan diare cair yang sangat sering selama beberapa hari, bahkan hingga berbulan-bulan. Infeksi terjadi akibat mengonsumsi parasit mikroskopis bernama Cyclospora, yang dapat mencemari makanan atau air. Di Amerika Serikat, wabah penyakit ini biasanya dikaitkan dengan kemangi, daun ketumbar (cilantro), selada, dan raspberry, atau berasal dari infeksi yang didapat saat bepergian ke luar negeri.
"Diare yang ditimbulkan bisa sangat parah dan berkepanjangan tanpa membaik," kata Griffin, seraya menambahkan bahwa penyakit ini dapat menyerang orang yang sebelumnya sehat.
Michigan biasanya hanya mencatat sekitar 50 kasus cyclosporiasis setiap tahun. Lonjakan kasus sejak 22 Juni mengindikasikan adanya satu sumber penularan yang sama, menurut para dokter. CDC kini bekerja sama dengan Food and Drug Administration (FDA) untuk mencari asal wabah sekaligus membantu mengendalikan penyebarannya.
Sebagai langkah pencegahan, sejumlah gerai waralaba Taco Bell di Michigan menghentikan sementara penyajian selada, menurut seseorang yang mengetahui kebijakan tersebut namun tidak berwenang berbicara kepada publik. Sebelumnya, dinas kesehatan Michigan juga mengeluarkan panduan untuk membatasi penyebaran penyakit, termasuk anjuran penanganan khusus terhadap selada dan sayuran berdaun lainnya melalui pencucian lebih menyeluruh dan memasaknya sebelum dikonsumsi.
Juru bicara Taco Bell menolak memberikan komentar.
Sementara itu, Restaurant Brands International Inc., perusahaan induk Burger King dan Popeyes, serta Inspire Brands Inc., pemilik Dunkin' dan Jimmy John's, menyatakan operasional mereka tidak terdampak wabah tersebut. Wendy's Co. juga mengatakan tidak mengetahui adanya dampak terhadap rantai pasokan maupun operasional restorannya. Adapun jaringan restoran seperti Chipotle Mexican Grill Inc. dan Chick-fil-A Inc. belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Griffin menjelaskan bahwa parasit ini umumnya menular antarmanusia melalui jalur yang tidak langsung. Misalnya, seseorang yang terinfeksi Cyclospora atau baru saja mengalami diare akibat parasit tersebut dapat mencemari makanan, yang kemudian menularkan penyakit ketika dikonsumsi orang lain.
Sumber Wabah Masih Misterius
Karena sumber penularan belum diketahui, "masyarakat tidak tahu makanan apa yang seharusnya mereka hindari," kata Bobbi Pritt, ahli patologi sekaligus mikrobiolog klinis di Mayo Clinic. "Padahal ini adalah musim ketika banyak orang mengonsumsi produk segar."
Setiap kali seseorang dinyatakan positif, dinas kesehatan setempat akan melakukan wawancara untuk mengetahui durasi dan jenis gejala yang dialami, kata Lynn Sutfin, juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan. Petugas juga menanyakan restoran dan toko bahan makanan yang dikunjungi pasien, termasuk tanggal, lokasi, dan produk yang dibeli.
Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada para ahli di tingkat negara bagian dan federal untuk membangun gambaran nasional mengenai wabah serta menentukan langkah penanganan berikutnya.
CDC sendiri belum memperbarui data nasional sejak 16 Juni, ketika lembaga tersebut melaporkan terdapat 145 kasus di 17 negara bagian. Pada 1 Juli, badan kesehatan yang bermarkas di Atlanta itu menyatakan belum menemukan bukti adanya satu wabah besar yang menyebar lintas negara bagian.
Namun, para dokter menilai angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya. Untuk mendeteksi penyakit ini, dokter harus meminta pemeriksaan laboratorium khusus yang tidak selalu dilakukan sebagai pemeriksaan rutin.
"Sangat aman untuk mengatakan bahwa dalam setiap wabah penyakit, jumlah kasus yang dilaporkan hanyalah puncak gunung es," ujar Pritt.
Menurut CDC, apabila tidak diobati dengan antibiotik, penyakit ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari satu bulan. Gejalanya meliputi hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, mual, kram perut, serta diare yang dapat mereda lalu kambuh kembali berulang kali.
Griffin menyarankan masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila gangguan saluran pencernaan berlangsung lebih dari beberapa hari. Penderita juga harus tetap menjaga asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Anak-anak kecil dan lansia merupakan kelompok yang paling berisiko membutuhkan perawatan di rumah sakit.
CDC menyatakan cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari makanan dan air yang mungkin telah terkontaminasi tinja, serta berhati-hati dalam menangani dan membersihkan produk segar sebelum dikonsumsi.
(bbn)
































