Dia menyinggung Indonesia seperti bangsa kepiting, di mana masyarakat cenderung lebih suka saat orang lain kesusahan. Prabowo kemudian menyinggung perilaku kepiting yang suka menarik temannya ketika sudah berhasil memanjat dinding yang lebih tinggi.
Dalam pidato, Prabowo juga berkelakar bahwa orang-orang kaya tidak perlu merasa khawatir dengan harga BBM nonsubsidi yang naik.
Prabowo bahkan menyebut beberapa nama konglomerat yang turut hadir dalam acara tersebut, seperti Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Garibaldi Thohir; Komisaris PT Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid; hingga Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Kepala Negara selanjutnya menyinggung Indonesia yang tak lolos kualifikasi Piala Dunia 2026. Dia bahkan kembali menyentil Garibaldi atau Boy Thohir yang merupakan kakak dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
“Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Boy, kasih tahu adikmu ya. Aduh aduh aduh. Mana Menteri Keuangan [Purbaya Yudhi Sadewa]? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?,” ujarnya.
Terakhir, Prabowo menyinggung program mandatori biodiesel merupakan kebijakan yang sudah dimulai sejak 2008 atau zaman pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono; berlanjut di era Presiden ke-7 Joko Widodo; dan ke pemerintahannya. Meski demikian, dia mengatakan selalu ada pihak yang mencaci atau berperan sebagai Kurawa — yang merujuk pada musuh Pandawa dalam wiracarita Mahabharata yang berjumlah seratus orang.
(dov/wep)
































