Logo Bloomberg Technoz

Meskipun program B50 baru saja resmi berjalan, Prabowo meminta jajarannya untuk tidak cepat berpuas diri. Ia langsung menginstruksikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) agar mempercepat kajian, riset, dan inovasi menuju tahapan selanjutnya, yaitu Biodiesel 60% (B60).

“Teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa, B60,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menunjukkan keseriusannya dengan langsung menagih target waktu pelaksanaan program lanjutan tersebut kepada para pejabat dan pemangku kepentingan yang hadir.

“Bulan apa B60?” tanya Prabowo secara retoris untuk memacu kesiapan timnya di lapangan.

Adapun, melalui akselerasi program biodiesel ini, pemerintah berharap ketahanan energi nasional menjadi semakin solid. Selain itu, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi hilirisasi industri kelapa sawit di dalam negeri.

Sebelumnya dalam agenda yang sama Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan program mandatori B50.

“Saudara-saudara sekalian, dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi,” ungkapnya.

Prabowo menambahkan bahwa program ini menjadi bukti nyata kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan alam domestiknya. 

"Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri, untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," tambahnya.

Di sisi lain terkait penyaluran, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapan 126 terminal BBM untuk dapat menyalurkan BBM campuran solar dan bahan bakar nabati berbasis sawit 50% atau biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.

“Seluruh terminal BBM Pertamina Patra Niaga yang berjumlah 126 unit telah siap mendistribusikan B50 mulai 1 Juli 2026,” tutur Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga (PPN) Roberth MV Dumatubun saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).

Nantinya, B50 akan didistribusikan ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan agen penyalur minyak solar (APMS) milik Pertamina melalui produk Biosolar dan Dexlite secara bertahap sesuai dengan arahan Kementerian ESDM.

Roberth mengatakan, sebagai awalan, perseroan akan mendistribusikan B50 sebanyak 37,92 juta liter B50 pada 1 Juli 2026.

Dia juga menambahkan ke depannya, PT PPN akan menyalurkan B50 hingga mencapai 87,27 juta liter per hari untuk skala nasional.

(smr/ros)

No more pages