Logo Bloomberg Technoz

"Belum win-win. Saya merasa belum win-win kalau sekarang harganya," tuturnya tegas.

Meski demikian, Bahlil optimistis bahwa kebuntuan harga ini akan segera terurai dalam waktu dekat melalui pembahasan yang intensif. 

"Tinggal di titik itu saja. Tapi saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu kok. Kita pengen semuanya harus punya manfaat yang win-win-lah untuk kedua belah pihak," tambah Bahlil.

Adapun, proyek ekspor listrik ini merupakan bagian dari komitmen besar yang telah dijajaki sejak tahun lalu. 

Bahlil menjelaskan bahwa ekspor listrik bersih ini tidak berdiri sendiri, melainkan masuk ke dalam satu kesatuan paket Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis antara Indonesia dan Singapura.

Secara total, terdapat tiga poin besar yang disepakati dalam kerja sama bilateral tersebut. Selain pengiriman listrik ramah lingkungan, kerja sama juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung di dalam negeri.

"Ada tiga MoU kita. Satu adalah ekspor listrik ke Singapura, listrik hijau. Yang kedua adalah kawasan industri hijau. Yang ketiga adalah untuk storage CCS [Carbon Capture and Storage]-nya. Dan itu kan merupakan satu kesatuan yang kita tandatangani di tahun kemarin," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai rencana pembangunan pabrik panel surya (solar panel) di Batam serta kesiapan infrastruktur pembangkit dan transmisi bawah lautnya, Bahlil masih enggan merinci lebih jauh. Namun, ia memastikan seluruh ekosistem tersebut akan digarap secara terintegrasi.

"Solar panel, ya. Akan diarahkan ke sana, akan ada kerja sama ya," pungkas Bahlil. 

Sebelumnya pada pertengahan 2025, Indonesia bersama Singapura telah menjajaki kerja sama bidang energi terbarukan dengan nilai investasi mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp815 triliun (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS). 

Kerja sama itu termaktub dalam MoU antara Bahlil dengan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng. 

Potensi kerja sama kedua negara itu meliputi Zona Industri Berkelanjutan; Interkoneksi dan Perdagangan Listrik Lintas Batas, Teknologi Energi Terbarukan dan Rendah Karbon, serta Efisiensi dan Konservasi Energi; dan Kerja Sama dalam Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Lintas Batas. 

Bahlil mengatakan Singapura bakal membangun kawasan industri hijau bersama di Kepulauan Riau yakni Batam, Bintan, Karimun dengan nilai investasi di atas US$10 miliar. 

“Ini adalah bagian kerja sama yang baik, yang saling menguntungkan. Apalagi dunia sekarang mendorong untuk produk-produknya itu semua harus memakai energi yang bersih,” kata Bahlil di sela penandatanganan kerja sama dengan Singapura di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Bahlil menegaskan Indonesia akan mengizinkan perdagangan listrik hijau jika Singapura juga memberikan kontribusi berupa pengembangan hilirisasi industri panel surya di Indonesia. 

Adapun kapasitas ekspor listrik EBT lintas batas ke Singapura diperkirakan mencapai 3,4 gigawatt (GW). Untuk memenuhi permintaan tersebut, Kementerian ESDM memperkirakan akan membutuhkan 18,7 GW produksi panel surya dan 35,7 GWh produksi baterai.

Tak hanya itu, Bahlil juga menyebutkan bahwa pemerintah membuka diri untuk menerima program dan kerja sama terhadap carbon capture, and storage (CCS).  

“Di dunia sekarang tidak akan mungkin sebuah produk industri itu akan kompetitif dengan produk-produk lain di dunia kalau tidak memakai energi baru terbarukan dan atau prosesnya tidak mendekatkan pada green industry yang baik,” ucapnya. 

Dalam hal ini, Bahlil juga membanggakan kapasitas yang dimiliki Indonesia untuk membangun CCS terbesar di dunia. Jika direalisasikan, kerja sama CCS lintas batas Indonesia-Singapura akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara, bahkan Asia Timur.  

“Karena kita mempunyai X daripada sumur-sumur minyak dan sumur-sumur gas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan CCS lintas batas ini dalam jangka pendek akan mengembangkan proyek S-hub yang dikembangkan Shell, ExxonMobil, dan Pertamina. Dengan potensi pendapatan sebesar US$200 juta/tahun dan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.600 pekerja.

— Dengan asistensi laporan dari Azura Yumna Ramadani Purnama

(smr/ros)

No more pages