Selain untuk kebutuhan industri lokal di Morowali, komitmen kerja sama ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara badan pengelola investasi Indonesia, Danantara, dengan sejumlah korporasi energi raksasa asal Singapura, yaitu Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections.
MoU ini diproyeksikan menjadi peta jalan (roadmap) yang jelas untuk merealisasikan proyek interkoneksi listrik lintas batas (cross-border electricity).
"Hari ini, kita juga telah menandatangani MoU antara Danantara dan Keppel Electric, Sembcorp Industries, serta Singapore Energy Interconnections. Hal ini akan memberikan peta jalan yang jelas bagi negosiasi dan diskusi di antara para pihak, merintis jalan bagi proyek listrik lintas batas kita," paparnya.
Wong juga menyebutkan kemitraan bilateral ini diharapkan dapat memberikan dampak domino yang positif bagi ketahanan energi di Asia Tenggara. Ia optimistis bahwa proyek ini akan menguntungkan kedua belah pihak sekaligus menjadi fondasi awal bagi integrasi jaringan listrik regional.
"Kami percaya proyek semacam ini saling menguntungkan (win-win) bagi kedua negara dan juga akan menjadi blok bangunan penting bagi jaringan listrik ASEAN (ASEAN Power Grid) yang lebih luas yang akan memperkuat keamanan energi di seluruh kawasan kita," tutupnya.
Berikut daftar 26 MoU yang telah disepakati Indonesia dan Singapura:
1. Laporan bersama kepada para pemimpin tentang enam kelompok kerja mengenai kerja sama ekonomi bilateral
2. Pernyataan bersama tentang ketahanan rantai pasokan
3. Nota Kesepahaman (MoU) untuk kerjasama kredit karbon berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Paris
4. Pembaruan bersama tentang kerja sama pertahanan
5. Peta jalan untuk mempercepat perdagangan listrik lintas batas
6. MoU BtoB antara Danantara-Keppel, Danantara-Singapore Energy Interconnections, dan Danantara-Sembcorp.
7. MoU tentang kerja sama digital strategis di bidang infrastruktur digital antara Telkom dan Badan Pembangunan Ekonomi Singapura
8. MoU tentang penasihat AI perdagangan
9. MoU tentang kerja sama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
10. MoU tentang kerja sama penelitian dan inovasi.
11. MoU tentang kemitraan bilateral untuk kerja sama lingkungan hidup
12. MoU tentang pertukaran informasi teknis dan kerja sama dalam hal perlindungan, keselamatan nuklir, keamanan, dan pengamanan
13. MoU tentang kerja sama regulasi untuk produk kesehatan dan obat-obatan
14. MoU tentang kerja sama pemuda dan olahraga
15. MoU tentang kerja sama di bidang teknologi keuangan
16. MoU tentang komunikasi antar pengadilan dalam kepailitan lintas batas dan restrukturisasi utang
17. Perpanjangan MoU tentang berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas
18. Perpanjangan MoU tentang kerja sama antara arsip nasional
19. Penguatan kerja sama konektivitas udara Indonesia-Singapura
20. Pengaktifan kembali kelompok kerja bersama bidang pendidikan
21. Program pengembangan petani muda
22. Penguatan kerja sama antara Parlemen Indonesia dan Singapura.
23. Kerja Sama pengembangan biogas menjadi biometanol antara Pertamina Power Indonesia dan CResTech Singapura
24. Kerja Sama pengembangan kawasan industri antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan Federasi Manufaktur Singapura
24. Usaha Patungan antara Jababeka dan Sembcorp untuk pengembangan Kawasan Industri Kendal
26. Kemitraan Investasi antara Sembcorp, PT Sensa, dan INA untuk proyek energi surya di Morowali
Sebelumnya, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Singapura terkait listrik hijau telah diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengatakan pemerintah tengah menyelesaikan persiapan kawasan industri yang akan menjadi pusat pengembangan ekosistem energi hijau di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).
“Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepri. Ini saya lagi meng-clear-kan. Kalau itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan,” ujar Bahlil melalui pernyataan resmi dari Tokyo, Jepang yang dilansir Kementerian ESDM, Minggu (15/3/2026).
Menurut Bahlil, ketersediaan energi bersih dari proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan menjadi daya tarik bagi perusahaan global untuk membangun fasilitas produksi, pusat teknologi, hingga rantai pasok industri rendah karbon di kawasan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Minister for Manpower sekaligus penanggung jawab energi Singapura Tan See Leng menyebut sebagian besar pembahasan teknis terkait dengan kerja sama energi bersih kedua negara telah menunjukkan kemajuan signifikan.
“Saya rasa sebagian besar diskusi teknikal sudah mengalami kemajuan yang baik,” kata Tan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Batam, Bintan, dan Karimun. Pemerintah Indonesia disebut telah menyiapkan skema agar kebutuhan listrik domestik tetap menjadi prioritas sebelum ekspor dilakukan.
— Dengan asistensi laporan dari Azura Yumna Ramadani Purnama
(smr/ros)





























