Dia mengungkapkan sejumlah platform mulai menerapkan sistem yang lebih ketat. Seperti lewat pemanfaatan algoritma, platform dapat mengenali pola penggunaan akun yang diduga dimiliki anak di bawah umur, termasuk ketika mengakses konten yang tidak sesuai dengan kelompok usianya.
Di samping itu, ia juga mendorong adanya mekanisme akun pendamping atau parental guidance agar aktivitas digital anak dapat diawasi secara lebih efektif. Sebab, keterlibatan orang tua disebutnya tetap jadi faktor utama dalam melindungi anak di ruang digital.
Nezar menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi dalam upaya melindungi anak di ruang digital meskipun implementasinya menghadapi tantangan teknis maupun kepentingan bisnis platform digital.
"Kita ingin memastikan ruang digital Indonesia tetap aman bagi anak. Karena itu implementasi PP Tunas akan terus kita lakukan bersama seluruh platform digital," tegasnya.
(prc/ros)































